Biru Toska Lubang Buaya di Morella

Postingan ini sebenarnya sudah ngendok terlalu lama, demikian halnya dengan cerita perjalanan ini juga sebenarnya saya lakukan tanpa rencana. Kebetulan pagi itu (1/6) ada kawan yang mengajak pergi ke suatu lokasi di Morella, Maluku Tengah, setelah beberapa hari sebelumnya ia didatangi sama orang Morella yang menyampaikan tentang berbagai hal terkait lokasi tersebut. Yah, akhirnya saya ikut bersama dengan beberapa teman lainnya ke lokasi dimaksud yang ternyata adalah salah satu pantai di Morella, namanya Pantai Lubang Buaya. Mungkin nama “Lubang Buaya” terdengar familiar kalau di Jakarta sana, tapi di Ambon ini sepertinya jarang terdengar.

Pantai Lubang Buaya, adapula yang menyebutnya Pantai Namanalu. Terletak di Desa/Negeri Morella Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Berada di Jazirah Leihitu yang berbatasan dengan Laut Seram, Morella dan sekitarnya memiliki beberapa pantai di antaranya Pantai Letang, Pantai Tanjung Setang, Pantai Tilepuai, Pantai Moki dan salah satunya adalah Pantai Namanalu (Lubang Buaya). Pantai-pantai tersebut dikenal memiliki spot-spot diving yang keren dengan tebing-tebing terumbu karang, tidak kalah dengan pantai-pantai di Jazirah Leitimur maupun kawasan Baguala seperti Leahari dan yang lainnya.

lub3

Kembali lagi ke Pantai Lubang Buaya. Secara ukuran sebenarnya pantai ini tergolong kecil namun cukup dalam. Airnya sekilas berwarna biru toska ketika penetrasi cahaya matahari menembus perairan, dengan kecerahan lebih dari 10 meter sehingga sangat mengasyikkan untuk diving. Apalagi lokasi ini cenderung lebih sepi dan tenang karena orang-orang lebih mengenal Pantai Tanjung Setang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Lubang Buaya.

Selain kondisi karangnya yang cukup bagus, di Pantai Lubang Buaya juga dapat kita jumpai beberapa biota seperti moluska dari jenis kerang-kerangan seperti kima (Tridacna spp.), kerang duri (Spondylus sp.), gastropoda, bintang laut (Asteroidea), teripang (Holothuridea) dan biota lainnya. Sayangnya, saat saya berkunjung ke pantai ini, banyak ditemukan cangkang kerang. Disinyalir, beberapa biota tersebut diambil dan dikonsumsi oleh masyarakat, entah itu masyarakat sekitar atau dari daerah lain. Apabila hal inidibiarkan, maka bukan tidak mungkin sumberdaya hayati laut yang ada di kawasan ini semakin lama semakin menurun dan kondisi ekosistemnya semakin rusak.

lb2

Nah, di sinilah diperlukan peran serta pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga anugerah Tuhan tersebut. Meskipun katanya pantai-pantai tersebut ada yang menjadi hak milik perorangan/ kelompok, namun upaya pengelolan mestinya dilakukan secara holistik dengan melibatkan semua elemen masyarakat dan stakeholder yang ada, tentunya dengan harapan kawasan tersebut dapat berkembang dan menjadi salah satu spot tujuan wisata di Pulau Ambon sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Jujur saja, mungkin orang sudah terlalu bosan dengan Pantai Natsepa atau Liang, perlu suasana baru dan segar. Dan kawasan Morella bisa menjadi sebuah alternatif di masa mendatang. Kita tunggu saja.

lb

Advertisements

2 responses to “Biru Toska Lubang Buaya di Morella

  1. Pingback: PANTAI LUBANG BUAYA – riskhasite·

  2. Hai mau tanya akses ke pantai ini dari bandara jauh tidak? Berapa lama dan ke arah mana? Ingin kesana waktu transit pesawat sepertinya. Thank you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s