Harga mahal untuk sebuah “pembangunan” di Teluk Ambon

Bila Pulau Ambon ibarat sebuah rumah, maka Teluk Ambon boleh dibilang adalah halaman rumah kita. Namanya juga halaman, harusnya kita sebagai pemilik rumah sebisa mungkin berusaha agar kondisinya selalu indah, nyaman dan sedap dipandang mata. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di saat pihak pemerintah menggiatkan pembangunan di wilayah Ambon, maka tekanan ekologis terhadap Teluk Ambon kian berat.

Berbagai proyek dilakukan di sekitar teluk, mulai dari pembangunan pemukiman, reklamasi pantai dan aktivitas lainnya sangat mempengaruhi kondisi ekosistem yang ada di Teluk Ambon. Dan gongnya adalah pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) yang mungkin kelamaan dibangun. Sebagai pengingat saja, proyek JMP telah melalui proses peletakan batu pertama pembangunan sejak 19 Agustus 2011, diperkirakan akan selesai pada Januari 2016. Lama juga ya…

Yah.. lupakan semua hal tentang lambatnya pelaksanaan pembangunan JMP maupun beragam infrastruktur tersebut. Hal yang akan saya soroti adalah terkait dampaknya terhadap kondisi Teluk Ambon secara ekologis. Kita sudah mengetahui, bahkan sudah banyak media yang memberitakan tentang sedimentasi yang terjadi di mangrove Passo akibat pembukaan lahan atas untuk pembangunan kawasan pemukiman. Selain itu, diperparah lagi dengan pembukaan lahan di kawasan mangrove itu sendiri, meskipun hingga kini belum ada kelanjutannya. Lain di Passo, lain lagi di beberapa desa yang menjadi lokasi reklamasi pantai. Tentunya hal ini mengakibatkan kerusakan ekosistem yang semakin lama semakin mengenaskan.

Demikian halnya dengan adanya pembangunan JMP. Ya memang tak dapat dipungkiri, dengan adanya JMP kemungkinan besar membawa banyak keuntungan secara ekonomi dan wisata. Waktu tempuh dari Bandara Pattimura ke pusat kota akan semakin singkat, selain itu JMP akan menjadi ikon spesial bagi kota Ambon dan semoga saja bisa jadi kebanggaan warga Ambon. Di sisi lain, sebuah pembangunan tentunya akan berdampak pada aspek-aspek tertentu. Untuk kasus JMP ini, kondisi ekosistem Teluk Ambon-lah yang menjadi harga mahal dari sebuah pembangunan. Meskipun belum ada data empiris, aktivitas pembangunan (bukan hanya JMP) telah mengakibatkan tingkat sedimentasi yang tinggi di sebagian besar kawasan pesisir Teluk Ambon. Sedimentasi tersebut akan berimbas secara mekanik terhadap ekosistem yang ada seperti mangrove, lamun dan terumbu karang. Sedimen yang menumpuk akan menutupi perakaran mangrove, mematikan lamun dan terumbu karang yang ada. Bukan hanya itu, biota-biota yang berasosiasi dengan ekosistem-ekosistem tersebut tentunya akan terkena dampak yang signifikan bahkan dapat menyebabkan kematian massal terutama biota bentik.

Berbagai aktivitas pembangunan yang bermuara ke laut, sangat mempengaruhi perairan Teluk Ambon maupun biota yang ada di teluk tersebut, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak yang langsung ditimbulkan dari berbagai pembangunan yang dilakukan adalah berubahnya profil pantai yang akan mempengaruhi air laut, di mana pada beberapa wilayah akan terjadi pengenangan air laut dan abrasi pantai secara langsung. Belum lagi dampak yang terkait dengan limbah domestik maupun logam berat akibat aktivitas penduduk maupun industri-industri yang ada di sekitar teluk.

Apabila kondisi ini terus berlangsung tanpa adanya upaya penyeimbang dalam artian pembangunan sebisa mungkin berwawasan lingkungan, maka masa depan Teluk Ambon sangatlah suram, terutama Teluk Ambon Dalam dimana sirkulasi massa airnya tidak sedinamis Teluk Ambon Luar akibat adanya ambang sempit Galala-Poka ditambah lagi dengan adanya pilar-pilar pancang JMP. Ketika kondisi ekologis teluk sudah sangat tertekan, maka jangan harap biota-biota yang ada di dalamnya akan berkembang dengan baik. Bila sudah demikian kondisinya, jangan harap “halaman rumah kita” itu akan sedap dipandang mata. Yah, semua hal tersebut merupakan harga mahal yang harus dibayar untuk sebuah pembangunan di kawasan Teluk Ambon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s